Semua karya ini kutulis dengan hati dan amat berhati-hati
Meski terkesan fiksi
Aku terlampau mendalaminya, sampai sulit memilahnya
Dimensi ini kusebut “dunia imajinasi”
Harapannya, segala yang terbaik akan terjadi
Kesenduan, kian membaik
Dan kesendirian lekas menjadi chapter terakhir (.)
Kau menjengkelkan
Aku tak pernah memintamu untuk datang
Kau iba pada dirimu sendiri
Kau pembohong tanpa dosa
Kau harus dimusnahkan
Kenapa? Biar kau tahu saja, kau menyiksa setiap detak jantung yang seharusnya fokus pandangan pada kenyataan
Namun kau justru merenggut kesenduan
Menenggelamkan hingga aku tak sadar diri kian tak tahu diri
Hei, aku sudah hampir mati
Bisa bantu aku keluar dari lautan?
Tak ada celah kutemui atau sekadar batu sebagai injakan untuk melompat kembali ke permukaan
Untuk kembali hidup
Aku perlu hidup
Hidup yang lebih baru
Sedikitnya aku butuh waktu untuk kembali merindu
Di waktu yang tak lagi menjadikan rindu sebagai sendu
Comments
Post a Comment