Spesial mengenang Alan; Seorang sahabat yang melangit lebih dulu :')
Kau menjengkelkan
Aku tak pernah memintamu untuk datang
Kau iba pada dirimu sendiri
Kau pembohong tanpa dosa
Kau harus dimusnahkan
Kenapa? Biar kau tahu saja, kau
menyiksa setiap detak jantung yang seharusnya fokus pandangan pada kenyataan
Namun kau
justru merenggut kesenduan
Menenggelamkan hingga aku tak sadar
diri kian tak tahu diri
Hei, aku sudah hampir mati
Bisa bantu aku keluar dari lautan?
Tak ada celah kutemui atau sekadar batu
sebagai injakan untuk melompat kembali ke permukaan
Untuk kembali hidup
Aku perlu hidup
Hidup yang lebih baru
Sedikitnya aku butuh waktu untuk
kembali merindu
Di waktu yang tak lagi menjadikan rindu
sebagai sendu
Rindu tak pernah menjadi salah saat kau
ditelan maut
Maut pun tak pernah salah saat kau
menghilang ditelan bumi
Apalagi bumi, ia resmi tak bersalah
saat melepasmu menuju Sang Maha Kuasa
Bagaimana
mungkin aku sanggup menyalahkan Dia
Ia sendiri memberiku kehidupan
Lebih tepatnya Ia memberi pilihan
kehidupan
Lantas apa? Selain diri sendiri penentu
pilihan kehidupan
Sudah sepantasnya dasar sebagai wadah
untuk berbaring kembali merantai rindu dalam bisu
Sunyi mesti dalam ramai remang resmi
milikku
Comments
Post a Comment