Cinta di atas Toga
Disebuah
persimpangan jalan
Antara baik dan
buruk
Sesat ataupun
lurus
Menjadi titik
awal aku melangkah
Langkah walau
hanya satu langkah
Sejatinya
merupakan perubahan yang hakiki
Bisa saja aku
sesali, tapi beribu kali aku tangisi tak bisa mengubah hasil
Aku berjalan
lurus ke depan
Tanpa peduli
imajinasi apa yang ada di kanan dan di kiri
Aku berjalan
lurus ke depan
Kukira akan
selalu lurus lalu mulus
Iya, memang
lurus tapi tak mulus
Ia penuh
tanjakan bahkan turunan yang kian curam
Aku senang
dikenal sebagai katak yang tuli
Sebab aku tak
pernah peduli
Aku punya
definisi tersendiri dan selamaya akan begitu
Perjalanan ini
tentang perjuangan meraih cinta dan mimpi
Tentang mana
yang mesti kugarap lebih dulu
Cinta adalah
bagian dari dasar kehidupan, tentu aku perlu itu
Dan mimpi
adalah imajinasi hebat yang sudah kurangkai dengan susah payah sejak kecil
Ia penting
untuk diwujudkan
Dipertengahan
jalan aku dihampiri dengan rasa tergila-gila
Awalnya aku
anggap parasit
Hingga berubah
drastis menjadi sosok yang tak bisa kutransit lagi
Memang cinta
adalah dasar
Tapi aku tak
pernah sepakat bahwa definisi dasar pada cinta
Diartikan
sebagai rasa yang harus ditempatkan paling bawah
Justru
menurutku ia adalah pondasi yang membangun
Hingga bisa
mencapai atap
Ia memang
berasal dari bawah lalu naik ke atas
Kemudian
menyeluruh sampai ke sudut-sudut paling kecil
Aku dicemasi
rasa ragu
Namun parasit
itu kian meyakinkan
Bahwa cinta tak
mestinya di belakangkan
Apabila ia sudah
tiba
Sambutlah
dengan cinta
Ia akan
menemanimu sampai kau menuju atap hingga mudah meraih mimpi
Itulah cinta
yang kukenal
Jika kau
mengenali cinta dengan baik
Ia selalu
berada di atas toga
Bukan untuk
menginjak togamu
Melainkan mengajakmu untuk meraihnya
bersama
Comments
Post a Comment