How could I fluent in English?
Awalnya, aku kagum banget sama orang-orang yang bisa fasih berbahasa Inggris. Menurutku, itu sangtalah keren. So, aku tertarik untuk belajar agar terlihat keren dengan versiku :D. Tentunya, sebagai bahasa kedua yang harus kupelajari terlebih dahulu adalah kerangka dasarnya yaitu grammar, writing, reading hingga speaking. Setelah mahir, aku memberanikan diri untuk berlatih langsung dengan native speakernya. Iya, ga mesti keluar negeri juga kok. Awalnya, aku juga daring lewat aplikasi "SpeakNative". Jujurly, aplikasi itu sangat membantuku dalam hal conversation.
Aplikasinya juga mudah digunakan. Seperti biasa, setelah didownload dan login aku disuruh untuk membuat video "Self Introduction" agar pelajar Internasional lainnya bisa sedikit mengenalku lebih dulu. Bahkan sampai sekarang, aku masih menggunakan aps itu. Karena ya seseru itu, bisa talking with stranger people around the world. Aplikasi "SpeakNative" cukup aman digunakan loh. Kita bisa menolak ataupun menerima lawan bicara kita sesuka hati kita.
Biar makin mulus dan PD lagi nih berbahasa Inggrisnya, cobain nyanyi Bahasa Inggri/nonton film-filmnya / ted talks / interview dll. Buat di awal boleh deh pakai subtitle, dan jika ada yang tidak tahu artinya please auto googling dan setiap bangun pagi dibaca-baca lagi. Intinya, perbanyak vovabularies kamu juga ya!!!
Biasakan ketika berbicara tidak sekadar berbicara. Perhatikan juga cara pengucapannya "Phonology" agar terdengar layaknya seorang native speaker. Perbanyak membaca dengan metode cepat tetapi lantang agar lidahmu terbiasa. Bisa juga ikuti tounge twister yaitu susunan kalimat complicated berhomofon/berbunyi hampir sama namun artinya berbeda.
Terakhir, beranikan diri untuk keluar dari zona nyaman. Jika belajarnya sudah dirasa cukup, maka perdalam lagi dengan turun langsung ke luar negeri. Mestipun di awal terdengar ekstrim, percayalah ketika kamu sampai di sana semua akan berubah. Akan jadi lebih percaya diri. Sebab, mestipun gagal/salah bicara, orang LN itu jauh lebih apresiatif kepada orang asing. Membuat kita akan lebih mudah berbaur, berteman, hingga menjadi terbuka. Pada akhirnya, eksistensi belajar yang kita dapatkan adalah berani berbicara. Semangat !!!

Comments
Post a Comment