Skip to main content

Day 10 #30DayWritingChallenge

How could I fluent in English?

Awalnya, aku kagum banget sama orang-orang yang bisa fasih berbahasa Inggris. Menurutku, itu sangtalah keren. So, aku tertarik untuk belajar agar terlihat keren dengan versiku :D. Tentunya, sebagai bahasa kedua yang harus kupelajari terlebih dahulu adalah kerangka dasarnya yaitu grammar, writing, reading hingga speaking. Setelah mahir, aku memberanikan diri untuk berlatih langsung dengan native speakernya. Iya, ga mesti keluar negeri juga kok. Awalnya, aku juga daring lewat aplikasi "SpeakNative". Jujurly, aplikasi itu sangat membantuku dalam hal conversation. 

Aplikasinya juga mudah digunakan. Seperti biasa, setelah didownload dan login aku disuruh untuk membuat video "Self Introduction" agar pelajar Internasional lainnya bisa sedikit mengenalku lebih dulu. Bahkan sampai sekarang, aku masih menggunakan aps itu. Karena ya seseru itu, bisa talking with stranger people around the world. Aplikasi "SpeakNative" cukup aman digunakan loh. Kita bisa menolak ataupun menerima lawan bicara kita sesuka hati kita.

Biar makin mulus dan PD lagi nih berbahasa Inggrisnya, cobain nyanyi Bahasa Inggri/nonton film-filmnya / ted talks / interview dll. Buat di awal boleh deh pakai subtitle, dan jika ada yang tidak tahu artinya please auto googling dan setiap bangun pagi dibaca-baca lagi. Intinya, perbanyak vovabularies kamu juga ya!!!

Biasakan ketika berbicara tidak sekadar berbicara. Perhatikan juga cara pengucapannya "Phonology" agar terdengar layaknya seorang native speaker. Perbanyak membaca dengan metode cepat tetapi lantang agar lidahmu terbiasa. Bisa juga ikuti tounge twister yaitu susunan kalimat complicated berhomofon/berbunyi hampir sama namun artinya berbeda. 

Terakhir, beranikan diri untuk keluar dari zona nyaman. Jika belajarnya sudah dirasa cukup, maka perdalam lagi dengan turun langsung ke luar negeri. Mestipun di awal terdengar ekstrim, percayalah ketika kamu sampai di sana semua akan berubah. Akan jadi lebih percaya diri. Sebab, mestipun gagal/salah bicara, orang LN itu jauh lebih apresiatif kepada orang asing. Membuat kita akan lebih mudah berbaur, berteman, hingga menjadi terbuka. Pada akhirnya, eksistensi belajar yang kita dapatkan adalah berani berbicara. Semangat !!!

Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...