Skip to main content

Day 11 #30DayWritingChallenge

 How could I be fluent in Public Speaking?



Ingat, public speaking itu bukan sekadar berbicara. As the named, "in public" which is kita tidak berbicara sendiri dan bukan untuk diri sendiri. Penting untuk memperhatikan attention lawan/target bicara. Pada dasarnya, public speaking ini hampir serupa dengan debat. Jika kita salah dan gagal berbicara, maka kita pun akan gagal memenangkan situasi dan menjagak lawan bicara untuk agree bersama kita. Ingat ya, berbedat itu bukanlah hanya sekadar berdebat dan berbicara bukanlah sekadar berbicara. Ada aturan dan sistematikanya. Apa semua orang tahu? Mostly tidak, itulah alasan mengapa banyak perbedaan pendapat yang tak berujung solusi malah pertikaian.

"Mulutmu adalah harimaumu", alih-alih salah berbicara bisa berakhir pertikaian. So, kita harus paham setidaknya cara aman berbicara dan mampu menarik hati para lawan bicara. Sederhananya, ketika kita sedang berdiskusi dengan lawan bicara, kita punya tujuan yang sama yaitu "Keinginan Untuk Memahami". 

Maka, pastikan intonasi, mimik, body language dan nada bicaramu terjaga dan stabil. Jika hendak meyakinkan, maka gunakan suara yang lembut nan tegas. Pilih kosa kata yang tepat dan tidak bertele-tele. Pandang lawan bicara kamu pertanda kamu menghormatinya. Mainkan gerakan tanganmu, tetapi jangan pernah menunjuk lawan bicara. Tetap utamakan etika. 

Setelah mahir mempelajari tips di atas, lanjut ke teknik/sistematika berbicara agar bicaramu tidak asal bicara. Perhatikan rumus yang kusebut A-R-E-L.
1. Argumentation, adalah sebuah pendahuluan atas kasus/topik yang sedang didiskusikan. Sampaikan pendapatmu apakah kamu setuju/tidak setuju terhadap hal tersebut.
2. Reason, sampaikan alasan logis kenapa kamu setuju/tidak setuju dan diakhiri dengan statement itu menjadi penting/tidak penting untuk disetujui/tidak disetujui.
3. Evident, berikan bukti-bukti atau contoh kejadian serupa atas masalah dan alasan kamu. Akhiri juga dengan "what if" yaitu skenario dampak jika diterima/tidak serta disetujui/tidak.
4. Link back, adalah statement pengutan yang kembali ke awal oleh karenanya kamu setujui/tidak.

Umumnya, masing-masing bagian AREL disampaikan dengan batas waktu. Gunanya, agar pembicaran terdengar to the point dan mudah dipahami. A (1 menit), R (3-4 menit), E (3-4 menit), L (1 menit).

Sering-seringlah berlatih berbicara sebelum bicara dan pendengar yang baik akan menjadi pembicara yang baik. Tujuan berbicara bukanlah egoisme satu pihak yang hanya ingin berbicara, tetapi saling memahami dan memberikan penjelasan se-to the point mungkin.




Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...