How do I do my self-love version?
Istilah self-love itu sekarang sudah ga asing lagi. Beberapa teman juga acapkali menanyaiku tentang apa sih yang kulakukan dengan diriku sehingga terlihat bahwa aku enjoy dan mencintai diriku. TBH, aku tidak selalu ceria. Aku juga manusia biasa yang bisa tertawa, menangis dan menciptakan dosa. Aku pernah berbohong, beringkar hingga terlena. Yaps, but aku juga selalu mencoba menjadi versi terbaikku karena Allah. Aku juga sering khawatir dan ragu akan keputusanku sendiri. Mesti jarang tampak begitu, lantas itulah sebutan "Hanya Allah Yang Maha Tahu, bahkan di kala aku tidak mengetahui".
Karena aku suka berimajinasi, sekiranya aku pun akan mengibaratkan diriku layaknya binatang bunglon. Aku ini tidak setransfaran itu. Aku berubah sesuai tempat dan pada apa serta dengan siapa aku berhadapan. Ada istilah "boundary" yaitu limitasi/batasan dalam lingkar kehidupan. Aku menerapkan sistem itu dalam hidupku. Ibaratnya rumah, engga semua orang bisa dan boleh masuk ke rumahku. Beberapa ada yang sama sekali tidak tahu aku tinggal dimana, ada yang tahu tapi tidak kuperbolehkan berkunjung, ada yang tahu dan pernah berkunjung tetapi hanya kuizinkan menginjaki teras, ada juga yang boleh masuk di ruang tamu sambil minum-minum dan bahkan ada juga yang boleh masuk kamar dan singgah atau bahkan menetap.
Aku agak pemilih dalam berhubungan. Aku bisa berhubungan dengan siapa saja tetapi dengan boundary yang berbeda tergantung pada diriku. Alansannya? sesederhana karena diriku yang memilih begitu. Karena dengan begitu, aku merasa lebih sehat mental dan tak kewalahan. Itulah alasan mengapa banyak definisi tentangku. Ada yang bilang aku ini ceria, lucu, pendiam, riang, extrovert, introvert dsb.
Mencintai diri bagiku adalah mengenali diri sendiri dan tumbuh bersamanya. Aku harus tahu yang bukan hanya diriku inginkan, tapi apa yang kubutuhkan untuk diriku agar semakin tumbuh membaik. Memberinya apresiasi saat berhasil, memberinya sedikit pelajaran di saat kalah.
Aku pernah ditanya semasa pelatihan Duta Bahasa oleh perwakilan Puteri Indonesia tentang "Sebutkan 3 orang yang paling kau cintai" lantas, hanya aku yang menjawab "diriku" di urutan pertama terkait orang yang paling aku cintai. Beliau sempat kaget dan tak menyangka akan ada yang begitu mencintai dirinya sendiri. Ketika ditanya alasannya, sederhananya aku pun menjawab "Jika bukan aku sendiri yang paling mencintai diriku, maka siapa lagi? Bahkan aku sering berbohong tentang kelemahan dan sakitku pada orangtuaku sebagai orang yang paling kucintai urutan kedua dan ketiga. Tapi aku ga pernah bisa bohong dengan diriku sendiri. Mesti aku berteriak bahwa aku baik-baik saja, hatiku menciut dan dadaku sesak kesakitan. Tapi aku dan diriku tidak pernah saling meninggalkan. Apapun situasinya, bahkan ketika saling sadar ingin tiada, kami tetap berpihak untuk bangkit kembali. Itu alasan aku mencintai diriku".
Menurutku inti dari mencintai diri sendiri adalah keharusan. Dan jika merasa diri kian menyebalkan wajar saja, kita hanya perlu menuntunnya. Kita adalah komandan atas diri kita sendiri dan jiwa raga adalah prajuritnya.
.png)
Comments
Post a Comment