Skip to main content

Day 18 #30DayWritingChallenge

Why did I fall in love with Malaysia?

For me, Malaysia itu negara tetangga yang harus banget buat kita kunjungi. Aku suka hampir semua hal di Malaysia. Jika kita berangkat dari Indonesia, terutama dari Kota Medan wow tiketnya bahkan lebih murah ke LN daripada DN. Coba deh pesan tiket pesawat H-30, you will get the cheapest price, from 800 san up to sampai 400 san + kalo ada promo bisa 300 san. Ini tuh uda flight vocation termurah dibanding kita go to Bali/Yogya yang wasted 1 jutaan sekali flight.

Then, why did I fall in love with Malaysia? First, bahasa yang nyaris serupa dengan bahasa kita jadi mestipun kita ga bisa Bahasa Inggris it's okay kok. Cukup sedikit mempelajari aksen dan menyoroti perbedaan besar antara Bahasa Indo dengan Malaysia. 

Second, lingkungannya bersih banget. Aku sempat tour dari selatan hingga utara Malaysia in fact, I hadn't seen any litter. Bener-bener bersih banget dari jalan raya, di alley, mall hingga pasarnya. Tranportasinya juga cukup nyaman dan murah. Bahkan ada "Gocar" yaitu bus gratis yang bisa dinaiki siapa saja di semenanjung pusat kota + ada wifinya. Di sana tuh wifi umum hampir menyebar dimana-mana. So, mestipun kita ga beli kuota Malaysia, insya Allah masih mudah dapetin internet gratis. Tapi saranku sih, tetap beli secara pribadi saja ya buat jaga-jaga. Counter penjualannya selalu menyebar kok di setiap bandara Internasional.

Third, orangnya tuh ramah-ramah banget. Aku sempat extend dan touring individu ke Penang dari Putrajaya. Honestly, it was my first time tapi ngerasa nyaman dan berani karena lingkungan dan orang-orangnya yang super baik. Dimana pun dan dengan siapapun aku bertanya, aku selalu dapat jawabannya. Mungkin karena memang mayor muslim dan aku pun berhijab, so komunikasinya lebih mudah.

Fourth, makanannya enak-enak banget. IDK why, makanan di Malaysia itu makanan yang paling cocok di lidahku. Sorry, kecuali nasinya ya. Aku agak geli dengan tekstur nasi di Malaysia yang lebih gendut, panjang + bersantan. Tapi selain itu, aku suka semua jenis makanan halalnya. My top favor is tomyam. Bahkan tomyam yang instant aja seenak itu huuu. Ketika aku bandingi rasa tomyan di Malaysia dengan di Thailand tuh 100% beda. Dan aku prefer yang di Malaysia. 

Last, tempat wisatanya bervariasi, super keren dan terjangkau. Bahkan hampir di setiap destinasi wisatanya kalian bisa dengan mudahnya / tinggal pilih mau naik transportasi apa. Dengan MRT bisa, bus/gocar bisa, bahkan grab/taksi juga menyebar kok. Saran aku sih tentuin semuanya di awal ya agar lebih mudah dan ga loading ketika landing di Malaysia. Karena kalo kita baru mikir di sana, endingnya bisa jadi kita terikut dengan tawaran-tawaran dari transportasi gercep di bandara. Di chapter berikutnya aku akan kasih tips vocation di Malaysia ya, semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...