Skip to main content

Day 20 #30DayWritingChallenge

I had a friend from China!


Namanya Dhorin, kaya nama ikan di film kartun nemo ya hihi. Bedanya, Dhorin yang ini sama sekali tidak bisa melucu. She is so firm and kind of serious person. Bahkan saat aku bercanda mesti sudah seberusaha itu, tetap saja jadi garing karena beliau tidak tertarik dengan kehumorisan sama sekali. Tapi, kita tetap akur dan bahkan Dhorin selalu mengikuti kemana pun aku pergi. Kita bertemu dan jadi akrab karena kita itu roommate semasa AYIMUN 2019. Dhorin yang tiba duluan di kamar. Ketika aku datang dia auto kaget dengan pakaianku. Waktu itu aku pakai jilbab yang panjang dan dress juga. Dia belum pernah melihat muslim yang begitu tertutup sebelumnya. Kami sama-sama saling shocked akan budaya kami yang sangat amat berbeda. Aku yang amat tertutup dan sorry to say Dhorin terbuka banget kalo di kamar. Maaf aku ga bisa bahas bagian ini secara detail ya hehe. Intinya, aku sampai harus tertidur dengan hijab karena kita beda agama. 

BTW, sorry Dhorin itu atheis. Kita sempat diskusi soal kepercayaan bahwa menurutku Dhorin lebih menganut sistem atheis layaknya Stephen Hawking. Dia percaya bahwa dunia ini layaknya mesin komputer yang apabila masanya habis maka akan rusak dan hancur (kiamat). Mestipun atheis, Dhorin jujur sangat menyukai sikapku yang toleran dan ramah bahkan katanya dia berkeinginan menikahiku haha ada-ada saja ya! 

Dhorin bener-bener kaget ketika aku shalat, dia sangat memperhatikan dengan kebingungan. Dia bilang aku sedang baca mantra apa? Apa yang disembah dan lain-lain. Jujurly, aku males banget jelasinnya waktu itu dan terpaksa terus tersenyum sembari menjelaskan. Mestipun dia tetap terlihat tidak sepakat tapi dia terlihat terus mengangguk bertanda menghormati. Lucunya, ketika di malam hari telepon kamar hotel berdering Dhorin terlihat kesal hingga marah. Sebab, saat diangkat langsung dimatikan tanpa suara. Ia bertanya kesal padaku "Who the hell calling us at this fucking time, what should I do?" dan aku langsung jawab aja dong "Just unplug the phone, then no one call us anymore" dan dia langsung ternganga sambil bilang "OMG, you're smart. ILY" hahaha.


Dhorin itu mahasiswa di semester yang sama denganku. Ia kuliah di jurusan Hubungan Internasional. Dia dateng bareng adik kelasnya, tetapi malah menelantarkan adik kelasnya dan hanya bermain denganku. Hobinya bahkan sekita menjadi my personal fhotographer hihi. 
Untuk saat ini, kita tuh sudah jarang banget berkomunikasi. Di China ini mereka ga ada WhatsApp melainkan WeChatt. Instagram dan Facebook juga sulit untuk dibuka. Terakhir kali kami komunikasian itu awal pandemi. Aku sempat khawatir dengan kondisi dia. Gimana ga khawatir, wabahnya kan dimulai dari negaranya. Aku cuma mau pastiin kalo Dhorin masih ada dan fine fine saja. Alhamdulillahnya, dia fine saja kok dan keadaan di China sekarang sudah jauh lebih baik. Keadaan sudah mulai membaik seperti semula.


Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...