I had a friend from China!
Namanya Dhorin, kaya nama ikan di film kartun nemo ya hihi. Bedanya, Dhorin yang ini sama sekali tidak bisa melucu. She is so firm and kind of serious person. Bahkan saat aku bercanda mesti sudah seberusaha itu, tetap saja jadi garing karena beliau tidak tertarik dengan kehumorisan sama sekali. Tapi, kita tetap akur dan bahkan Dhorin selalu mengikuti kemana pun aku pergi. Kita bertemu dan jadi akrab karena kita itu roommate semasa AYIMUN 2019. Dhorin yang tiba duluan di kamar. Ketika aku datang dia auto kaget dengan pakaianku. Waktu itu aku pakai jilbab yang panjang dan dress juga. Dia belum pernah melihat muslim yang begitu tertutup sebelumnya. Kami sama-sama saling shocked akan budaya kami yang sangat amat berbeda. Aku yang amat tertutup dan sorry to say Dhorin terbuka banget kalo di kamar. Maaf aku ga bisa bahas bagian ini secara detail ya hehe. Intinya, aku sampai harus tertidur dengan hijab karena kita beda agama.
BTW, sorry Dhorin itu atheis. Kita sempat diskusi soal kepercayaan bahwa menurutku Dhorin lebih menganut sistem atheis layaknya Stephen Hawking. Dia percaya bahwa dunia ini layaknya mesin komputer yang apabila masanya habis maka akan rusak dan hancur (kiamat). Mestipun atheis, Dhorin jujur sangat menyukai sikapku yang toleran dan ramah bahkan katanya dia berkeinginan menikahiku haha ada-ada saja ya!
Dhorin bener-bener kaget ketika aku shalat, dia sangat memperhatikan dengan kebingungan. Dia bilang aku sedang baca mantra apa? Apa yang disembah dan lain-lain. Jujurly, aku males banget jelasinnya waktu itu dan terpaksa terus tersenyum sembari menjelaskan. Mestipun dia tetap terlihat tidak sepakat tapi dia terlihat terus mengangguk bertanda menghormati. Lucunya, ketika di malam hari telepon kamar hotel berdering Dhorin terlihat kesal hingga marah. Sebab, saat diangkat langsung dimatikan tanpa suara. Ia bertanya kesal padaku "Who the hell calling us at this fucking time, what should I do?" dan aku langsung jawab aja dong "Just unplug the phone, then no one call us anymore" dan dia langsung ternganga sambil bilang "OMG, you're smart. ILY" hahaha.
Dhorin itu mahasiswa di semester yang sama denganku. Ia kuliah di jurusan Hubungan Internasional. Dia dateng bareng adik kelasnya, tetapi malah menelantarkan adik kelasnya dan hanya bermain denganku. Hobinya bahkan sekita menjadi my personal fhotographer hihi.
Untuk saat ini, kita tuh sudah jarang banget berkomunikasi. Di China ini mereka ga ada WhatsApp melainkan WeChatt. Instagram dan Facebook juga sulit untuk dibuka. Terakhir kali kami komunikasian itu awal pandemi. Aku sempat khawatir dengan kondisi dia. Gimana ga khawatir, wabahnya kan dimulai dari negaranya. Aku cuma mau pastiin kalo Dhorin masih ada dan fine fine saja. Alhamdulillahnya, dia fine saja kok dan keadaan di China sekarang sudah jauh lebih baik. Keadaan sudah mulai membaik seperti semula.
.png)

.png)
Comments
Post a Comment