What's my first book talking about?
Pembuatan buku yang pertama kali kugarap adalah "Freedom Writers". Sebuah buku bertemakan "Dare To Tell About Yourself" oleh komunitas yang kudirikan bernama Indonesia Agent of Change (IAC) x 31 relawan penulis di Indonesia. Sebelumnya, kenalkan Indonesia Agent of
Change adalah organisasi non-profit
di bidang pendidikan yang ingin menciptakan perdamaian dunia dengan saling
membantu satu sama lain demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Kami percaya pada dunia dimana setiap anak bisa membaca. Tujuan kami adalah
berinvestasi dalam pendidikan anak pada usia dini untuk memberdayakan generasi
berikutnya.
Seperti judulnya, buku ini bercerita tentang kebebasan para penulis dalam mengekspresikan diri mereka menuju versi terbaiknya. Buku ini pun hadir atas inspirasi karya-karya
yang jauh gemilang menginspirasi seperti kisah Freedom Writers versi barat dan
pidato BTS oleh Kim Namjoon “We have
learn to love ourselves. So, now I urge you to speak yourself. I like to ask
all of you what is your name? what excites you and makes your heart beat? Tell
me your story. I want to hear your voice, I want to hear your conviction. No
matter who you are, where you are from, your skin color, your gender identity,
just speak yourself. Find your name and find your voice by speaking yourself.”
Kami tahu dan sadar bahwa terlepas dari banyaknya kemalangan, penderitaan hingga rasa hilangnya jati diri juga ada banyak sekali orang di luar sana yang hadir dengan cerita heronya masing-maisng. Entah itu tentang perjuangan bertahan hidup, mencapai mimpi atau menemukan jati diri. Faktanya, engga semua orang berani berjuang bertarung bersama luka hingga memiliki berbagai bekas luka.
Pervayalah, kita semua ini hebat dengan mampu bertahan, tumbuh dan berkembang menuju versi terbaik kita semua. IAC pun percaya bahwa menulis adalah salah satu cara terbaik berbagi virus inspirasi yang tidak hanya mampu menggerakkan insan para pembaca. Justru, mampu menghadirkan rasa duplikasi pada diri bahwa sebenarnya kita yang sedang berjuang ini, tidak sedang kesakitan sendirian.
Secepatnya, kita akan terbangun hentak tersadar bahwa memiliki rasa sakit dengan wajah yang babak belur sekalipun sebenarnya tidak pernah menjadi masalah. Ibaratkan begini, otak kita adalah "Super Computer" dan diri kita adalah program yang menjalankannya. So, ketika kita bilang ke diri kita bahwa kita akan baik-baik saja, it's oakay to not be okay, maka kita akan baik-baik saja dan akan lekas pulih pasca tragedi. Begitu pun sebaliknya dalam skenario terburuk dalam hidupmu.
Benar, sesungguhnya keterpurukan itu adalah ciptaan kita sendiri. Ketika akal sehat dan hati gagal meyakinkan Super Computermu hingga tak berhasil untuk dijalankan. So, mulai hari ini, saat ini juga... Mari membiasakan diri untuk memberi signal terbaik untuk menjalankan Super Computermu. Fighting!!!
Ohya, bagi yang penasaran akan buku kita bisa dibeli di farha publisher via instagramnya (@penerbitfarha).

Comments
Post a Comment