I have been learning to handle my-self emotions!
Laya tahu betul jika awetnya nikmat dari Tuhan adalah mensyukurinya. Walau dirinya dan suami diuji dengan ujian yang sangat berat selama berpuluh-puluh tahun, ia tak pernah berhenti mengucap syukur atas apa yang ia miliki. Ketika Nabi Ayub AS sakit keras dan berada di titik terendah karena kehilangan kesehatan juga harta bendanya, Laya tetap setia mendampinginya. Perempuan mulia ini dengan setia dan tulus ikhlas pun penuh cinta mengurus kebutuhan suami, menguatkan suami dan mendoakan segala yang terbaik untuk suami.
Saat Nabi Ayub AS sakit keras, Laya berbesar hati menggantikan Nabi Ayub AS menjadi tulang punggung keluarga. Selain mengurus kebutuhan suami, Laya juga bekerja menjemput rezeki. Ia bekerja keras demi mendapatkan upah dan memberi makan Nabi Ayub AS. Sampai suatu ketika, tidak ada seorang pun yang mau mempekerjakannya. Laya lantas menjual rambut indahnya untuk demi memberikan makanan ke suami.
Karena kesetian, ketabahan dan kesabaran Laya, Allah SWT memberi rahmat kesembuhan kepada Nabi Ayub AS. Tak hanya memberi kesembuhan untuknya, Allah SWT juga telah mengembalikan harta benda dan segala sesuatu yang pernah Nabi Ayub serta Laya miliki hingga akhir hayat mereka.
Melalui kisah ini, kita tentu bisa banyak belajar mengenai arti kesabaran, ketabahan dan kesetiaan. Kisah Laya mengajarkan kita bagaimana menjadi perempuan mulia yang tak hanya setia tetapi juga pekerja keras dan tak mudah mengeluh akan keadaan menyedihkan. Kisah Laya juga menjadi pelajaran bagi kita semua jika sebuah kesuksesan tak hanya berasal dari usaha tetapi juga doa yang tulus.
Mulailah dari hal terkecil, di saat marah coba menghela nafas sambil beristigfar. Jeda amarahmu agar berkesempatan logis. Aku pribadi biasanya memilih tidur di kala sangat emosi. Beristigfar puluhan kali, niscaya semuanya akan kembali jernih. Aku pun lebih mudah memikirkan alternative/solusi terbaik alih-alih marah yang hanya membuat minus diriku dari segala sisi. Ingat dan selalu camkan bahwa Allah SWT selalu membersamai orang-orang yang beriman.
Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri. Tidak pernah. Mesti pernah merasa sendiri, pertanda koneksi iman kita-lah yang melemah dan haruslah diperkuat. Allah SWT tidak akan memberikan tantangan kecuali hamba itu sendiri mampu mengatasinya. Selalu panggillah namaNya, ia akan berlari pada kita. Mulailah belajar untuk melibatkan Dia dalam segala hal. Apapun yang kamu lakukan dengan melibatkan Allah, maka kamu tidak akan pernah kecewa.

Comments
Post a Comment