Skip to main content

Day 3 #30DayWritingChallenge


Cum Laude Tips, Check !!!

To be honest, I'm not kind of diligent student in my class. Kenapa engga? Karena sangking banyaknya mahasiswa aku tipikel yang malas untuk terus-terusan show up, kek lebih kesia-sia ga sih? Ada kalanya sih mau, ada kalanya juga engga dan lebih seringnya itu ya engga. Aku juga bukan tipikel "Si Pencatat Hasil Kuliah" karena aku juga males banget buat nyatat. Aku juga sering izin karena lebih suka melalang-buana ke kampus-kampus luar. Nilaiku juga ya pas-passan. Aku juga pernah ngulang 3 kali mata kuliah yang sama, ya karena alasan-alasan di atas tadi. Intinya, aku tuh ga pinter-pinter amet lah.

Tapi, kok bisa lulus *Cum Laude?
Awalnya aku juga bingung be like... Hah? Kok bisa ya?
Karena misi di awalku ya cukup oke lulus tepat waktu is enough. 

Ternyata setalah aku throwback, aku kian sadar bahwa aku punya metode belajar yang cukup unik. Keunikan pertama, mesti aku jarang masuk kelas, tapi aku balas dengan coretan prestasi menang lomba dan selalu memberikan berita kemenangan kepada dosen dan kaprodi. Agak terdengar caper sih... Tapi ya haruslah, jika engga begitu nilai kita yang sering absen ga bakal aman hehe...

Kedua, ya mestipun aku jarang nyatet catatan kuliah, di saat moment yang penting/sukar dipahami aku ga lupa buat ngerecord. Karena yaps, aku prefer ke mendengar ketimbang baca. Pun ketika ada sesuatu yang genting untuk dibaca, aku lebih suka searching that topics on youtube dan membaca cepat materi dengan mewarnai bagian-bagian pentingnya saja dan menafsirkannya ke versiku.

Ketiga, jawaban ujianku selalu yang paling singkat dan padat. Berbeda dengan teman-teman sastra lainnya yang begitu naratif dalam menjawab soal-soal. Aku lebih suka to the point dan memilah kata-kata sempit sebagai representative sebuah deskripsi yang justru jika dicari artinya bisa lebih panjang dari deskripsi itu sendiri. Terkadang aku juga lebih suka menuliskan kata yang berbeda pada umumnya agar terkesen ellegan. Semisal "percepatan" menjadi "akselerasi", "secara besar" menjadi "massive" dan lainnya.

Terakhir, powerpoint presentasiku hampir selalu mendapat pujian. Untungnya, aku suka mendesign. Meatipun harus selalu totalitas ketika memaparkan point-point lewat PPT, aku tidak pernah merasa keberatan. Bagian ini sih yang paling kusuka. Terlebih saat presentasi, aku sangat terbantu atas skill public speaking dalam kompetisi debat yang acapkali kuikuti. Mostly, aku dinilai berbicara terstruktur dan easy dipahami. 

To sum up, tiap-tiap kita pasti punya plus-minusnya masing-masing. As long as kita mengetahuinya, dan terus berusaha menemukan jalan keluarnya. Selagi kita kuliah di jurusan yang dirasa tepat, maka kamu ga perlu waktu lama untuk beradaptasi. 

Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...