Skip to main content

Day 4 #30DayWritingChallenge

 How did I become a talented language ambassador?

Mostly, para finalis Duta Bahasa itu wajib banget hukumnya punya talenta dan biasanya di bidang seni. Misalnya, menari, menyanyi, pencak silat, berdongeng hingga bermonolog. Sejak dahulu aku memang sudah jatuh cinta di ranah permonolog-kan, sure aku memodifikasi monolog favoritku dengan versiku. Aku juga mengaransemen soundtracknya sendiri. Yapp, susah memang buat cari di internet soundtrack yang sesuai dengan monolog. 

Kali itu, aku membawakan monolog dengan tema "Suara Yang Terbelakangkan". Singkatnya, aku bercerita tentang sebuah perjuangan mahasiswa untuk menuntut keadilannya. Ia hanya seorang mahasiswa dari kampung dengan ambisi besar, dan setibanya di kota (kampusnya) ia semakin tidak bisa diam melihat maraknya ketidak-adilan. Aku pun memainkan 3 peran sekaligus yaitu sebagai seorang mahasiswa yang berasal dari desa, iblis dan berakhir menjadi peri mungil. 

Sebenarnya, cukup baanyak yang membawakan talent monolog waktu itu. Lalu kenapa aku yang terbaik? aku juga sempat bertanya kepada sang juri. Ia pun menjawab, "Ketika kamu bermonolog kamu terlihat tidak seperti bercerita, tetapi berperan. Itu part terbaik!." Benar saja, arti monolog yang sebenarnya bukan hanya bercerita soal perkara atau drama, tapi kita-lah yang berperan. Jika kita membawakan banyak peran, maka berubahlah sebanyak itu.

Totalitas, sekrusial itu. Mungkin karena aku mencintai monolog, aku memang berusaha bagaimana monolog yang kubawakan bisa membuat penonton terganga tanpa jeda? Bagimana membuat penonton  ikut bergetar, merinding, menangis dan bahagia? Bagaimana penonton bisa merasakan setiap detik itu penting? So, please ensuring yourself to bring a talent that you loved on top.

Aku mulai di bagian awal yaitu merancang kerangka "what happening today?". Sesuatu yang sedang terjadi dan diketahui banyak orang adalah topik yang tepat untuk dibawakan karena umumnya mereka ingin tahu prediksi akhir atas kejadian itu. Kemudian, lanjut dengan riset terkait masalah-masalah atau fenomena-fenomena apa yang kian menguncangkan hati dan coba mencari apakah ada monolog/puisi yang kandungannya hampir mirip. Lanjut brainstorming, lalu tulis naskahmu. Menurutku jika kamu kesulitan menciptakan 100% karya orisinilmu, ga masalah kok untuk memadukannya dengan karya orang lain. But, tuliskan nama mereka juga. 

Pasca penulisan naskah, lanjut ke musik/soundtrack. Jika kesulitan mendapatkan yang pas, again buat versimu sendiri. Karena kita yang paling tahu di menit ke berapa nada yang harus tinggi or rendah. Sederhana kok, kamu bisa ambil potongan-potongan nada favoritmu lalu gabungkan. Again, jangan lupa untuk mencantumkan nama penciptanya.

Next step, buat list properti/atribut apa yang akan mendukung penampilan monologmu. Usahakan setotalitas mungkin. Semisal kamu akan berperan jadi peri, maka adakan sayapnya, bando perinya hingga tongkatnya kalo bisa miliki cahaya/senter yang juga mendukung. Jika berperan sebagai gembel, maka bertotalitaslah dengan busananya yang kusam, robek dan bermake-up dekil. Intinya, harus bener-bener totalitas ya jangan nanggung-nanggung. Siapkan juga properti ini jauh-jauh hari. 

Last step, latihan terus-menerus. Tiap hari, pun seminimalnya kamu harus latihan 5 kali sehari. Di depan cermin juga lebih bagus. Kalo latihan versiku, aku lebih suka merekam seluruh latihan itu dan menontonnya sendiri sambil mengoreksi di part mana yang terlihat ga bagus dan mesti kuperbaiki. So, day by day will be better. 

Jangan latihan cuma seminggu. Seminimalnya sebulan dan setiap hari. Mesti kamu lelah karena sambil di karantina, but please force yourself. Untuk sesi istirahatnya kamu bisa ambil 2 hari sebelum talent perform. Di dua hari terakhir kamu harus fix istirahat yang cukup dan pastikan stamina dan daya konsentasi kamu terjaga.

Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...