How did I outstanding internationally?
Pengen ga sih bisa aktif semasa kuliah? Pasti pengen dong ya? Apalagi aktif bisa keluar negeri dan gratissss. Ya lord, tentu itu impian setiap mahasiswa. Terus caranya gimana dong?
Ala bisa karena mau dan terbiasa. Untuk bisa aktif hingga keluar negeri, kamu harus stay tune terus dengan informasi-informasi yang bisa menghantarkan kamu ke luar negeri. Misalnya, exchange/pertukaran pelajar, lomba, simulasi sidang PBB, study tour hingga internship.
Cara agar kamu bisa dapetin semua informasi itu kamu bisa follow akun-akun lomba nasional-internasional di instagram atau medsos lainnya seperti AIESEC, AYIMUN hingga SCHOTER. Lalu, dukung dengan keterlibatan kamu dengan Unit Kegiatan di Kampus. Sering-sering juga bertanya dan sharing-sharing dengan para dosen/senior kamu di kampus. Intinya kamu sendirilah yang memang harus gelit mencari informasi. Jangan berharap informasi yang dateng nyamperin kamu. Itu sih nanti, ketika networking kamu sudah sangat luas maybe sih yes ga jarang banget informasi itu yang dateng nyamperin kita. Semisal datang dari temen, rekomendasi dosen hingga tag-kan temen-temen di sosmed.
Terus gimana cara dapetin fully funded-nya? Gampang-gampang susah sih menurut aku. Gampangnya jika memang program yang kamu apply itu sudah fully funded sedari awal dan rezeki kamu juga, ya alhamdulillah jadi gampang.
Masalahnya, untuk program internasional ini kan banyak banget peminat/pesaingnya, sehingga peluang dapat fully fundednya akan semakin kecil. Dan jika kita masih minim prestasi ya maybe belum bisa dapet. Tapi tenang, cobain jalur B yaitu mengajukan proposal bantuan dana sebanyak-banyaknya.
2019 lalu ketika aku ikut Asia Youth Internasional Model United Nations di Putrajaya, Malaysia itu sebenarnya self-funded program which is aku harus bayar around 5 juta untuk program full 3 hari. But, dari 5 juta tersebut, aku sama sekali ga ada ngeluarin uang pribadi. Kok bisa? Itu tadi, aku nyebarin cukup banyak proposal bantuan/support dana.
Dari fakultas aja aku dapet 1 juta, dari biro rektor juga 1 juta, dari ETOS ID pusat juga 1 juta, dari pemkab daerahku Labuhanbatu Utara itu full tiket PP pesawat aroun 1,6 juta dan sisanya aku dapat bantuan dari kantor camat dan lurah setempat. Bahkan aku juga dapat bantuan dari partai-partai yang punya program pendidikan.
Kok bisa sih dapet bantuan dana semudah ini? eitttsss. Ga mudah juga sih di bangian nyebarin proposal ini. Yang agak susahnya ya kita harus rajin-rajin follow up ke tempat yang kita sebar. Dan uangnya tuh biasanya ga langsung cair. Tunggu 1-3 kali follow up biasanya. Karena masing-masing institusi punya skema berupa alur pengeluaran dananya masing-masing which is wajib kita ikuti. Beberapa dari temanku juga acapkali gagal dan menyerah karena faktor kurang bersabar dan isi proposalnya sendiri tidak outstanding.
Maksudnya tidak oustanding itu apa? Artinya isi dari proposal kamu tidak jelas/tidak terstruktur sehingga pembaca bingung kamu mau apa? ngapain? tujuannya apa? kapan? dimana? seurgent apa? manfaatnya apa? keuntungan buat kami apa?
Semua itu harus dituliskan seringkas dan semenarik mungkin. Dan kamu wajib untuk memperhatikan design proposalnya yaitu haruslah menarik perhatian, rapi dan ditulis dengan font dan ukuran huruf yang mudah dibaca. Jika perlu, berikan ilustrasi/gambaran kegiatan pra atau yang akan berlangsung agar semakin menarik dan outstanding.
.png)



Comments
Post a Comment