Skip to main content

Day 9 #30DayWritingChallenge

 Why did I choose English Literature as my major?


Kejadiannya, tepat waktu aku masih kelas 3 SD. Aku sendiri shocked banget ketika guru Bahasa Inggris  spontan menanyakan vocabularies yang baru saja ia hapus di papan tulis. Dan aku pun tiba-tiba angkat tangan dan berhasil menjawab semuanya. Apresiasi dari guruku waktu itu jadi momen yang paling kuat yang membuatku akhirnya sadar bahwa aku menyukai pelajaran itu. Semasa ujian Bahasa Inggris, aku selalu khawatir akan hasilnya but I was surprised. Nilaiku selalu jadi yang paling tinggi di kelas. 

Berkat dukungan dan pujian orangtua, aku semakin giat belajar Bahasa Inggris dan pada akhirnya semakin jatuh cinta karena aku menyukai lagu-lagu barat hehe. Aku hobi bernyanyi mesti tidak merdu BTW. Aku suka menonton film-film barat karena itu yang terbaik menurutku. Aku juga suka berdiskusi, debat dan berpidato dalam Bahasa Inggris. Sejak SMP, alhamdulillah aku dapat peringat 1 juara pidato Bahasa Inggris, Debat Bahasa Inggris hingga puisi. 

Ketika aku tahu apa yang aku sukai, maka dengan mantap hati aku memilih jurusan "Sastra Inggris" sebagai pilihan utama saat mendaftar kuliah. Alhamdulillah, aku lulus. Mestipun yaaa... cukup banyak orang yang sepele dengan jurusanku be honest I don't really care. Karena faktanya, jurusanku jelas berbeda dengan les Bahasa Inggris pada umumnya. Kami tidak lagi mempelajari bagaimana agar bisa fasih berbahasa Inggris, melainkan Bahasa Inggris-lah yang sedari awal kami pakai sebagai tool dalam berkomunikasi saat belajar Sastra Inggris.

So, apa yang kupelajari semasa kuliah? Selama 3 tahun 6 bulan aku belajar Sastra Inggris, Amerika hingga Australia. Kami mempelajari bagaimana salad-bowl dan melting-bowl itu menjadi melebur di peradaban Inggris dan anteronya. Bagaimana sebuah bahasa bisa dilahirkan/diproduksi sebagai symbol of language? Bagaimana sebuah kata bisa terbentuk (morfologi) dengan segala strukturisasinya (sintaksis) hingga dilisankan (phonology) dan lainnya. Intinya, aku mempelajari seputar sastra, bahasa dan budaya. 

Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...