Skip to main content

Day 29 #30DayWritingChallenge

Why am I being so serious so?


Pernah dengar ga Motivation2Study? Iya, mereka punya channel youTube yang secara reguler memposting semangat belajar hingga cara bersyukur tuk menjalankan hidup. Bagi teman-teman yang telah memfollowku sejak lama pasti tahu bahwa aku adalah penikmat konten-konten mereka sejak lama. Lalu, apa hubungannya dengan topik kali ini ya As? Perlahan saja, akan aku jelaskan.

Aku pernah merasa giat dan auto tertampar jika ada yang menyarkas dan amat mengena ke ulu hati, bertubi-tubi hingga menjadi sebuah rutinitas. Di kala aku bernadzar harus menjadi lebih baik setiap harinya, mesti hanya satu persen saja. Aku mengambil langkah awal untuk banyak mendengar kemudian menghayatinya dalam meditasi ringan. Salah satu yang acapkali kudengar adalah konten-konten dari Motivation2Study. 

Aku menemukan konten ini atas dasar ketidaksengajaan, namun dengan niat perubahan. Konten pertama yang kutonton adalah "Study Hard" yang diunggah pada 29 Apr 2019. Durasi konten ini menurutku cukup panjang yaitu 28 menit namun isinya adalah kombinasi dari potongan-potongan motivasi dari motivator ternama nan amazing. 28 menit, dan bahkan saat ini aku hapal isi utuh 28 menit itu. 

Awalnya, aku tidak pernah menganggap serius akan sebuah kesempatan, peluang hingga kepercayaan. Sampai aku mendengar sekali, dua kali, berkali-kali lalu menjadi rutin setiap hari. Statement yang paling membuatku tertampar adalah "If u wanna be anomaly, you've got to act like one. Why you only giving 50%? What's wrong with you? You said your goal was to pass every class. You said your goal was to never again finish last. break it down and add just a little more effort, add just a little more focus, add just a little more time management, add just a little more patience, add just a little more studying, add just a little more listening, add just a little more discipline. To get something you never have, you have to do something you never did".

Seketika, aku sadar bahwa sudah begitu banyak amanah yang kugenggam, mendapat beasiswa, menjadi mahasiswa berprestasi hingga menang dalam kompetisi. Lantas, muncullah sebuah pertanyaan. Apa output nyata dari itu semua? 

Aku hanya mengerjakan memang dengan kesenangan, tapi tanpa output yang jelas tanpa perubahan bahkan perkembangan. Membuatku kian sadar, apapun yang aku lakukan haruslah ada outputnya. Tidak hanya untuk diriku, tapi juga banyak orang. Masalahnya selama ini ternyata ada di diriku. maaf kepada diri, aku yang salah. Aku salah karena hanya memberimu 50%, aku yang salah karena menyelesaikannya di akhir, aku yang salah karena tidak menambah usaha, aku yang salah karena tidak lebih fokus, aku yang salah karena tidak lebih tertata dalam waktu, aku yang salah karena tidak lebih bersabar, aku yang salah karena tidak lebih belajar, aku yang salah karena tidak lebih banyak mendengar, dan aku yang salah karena tidak lebih disiplin. 

Aku teramat suka melangit lebih dahulu, berangan besar tanpa mengingat dan menambah extra dari prosesnya. Sesungguhnya, aku pun tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa mencapainya. Apa yang kumau itu, jika aku tidak serius berprogress dengan itu semua. Karenanya, aku serius untuk segala hal saat ini. Aku teramat takut gagal dan mengecewakan diri. Aku telah berhasil menyelesaikan mosi pertama bersama diri. Lantas, selanjutnya.... Aku harus lebih serius. 

Comments

Popular posts from this blog

Day 19 #30DayWritingChallenge

Tips vocation goes to Malaysia Ada 2 tips vocation dari aku buat teman-teman sekalian. Please, pilih sesuai dengan kepribadian teman-teman ya. Pertama, group vocation yaitu teman-teman ikut program liburan ke luar negeri bareng delegasi-delegasi lainnya. Faedahnya, bagi teman-teman yang perdana ke LN itu rencananya jelas, terarah dan aman pastinya. Jadi, temen-temen cukup ikuti aja alurnya bareng sie tour guide. Ada 3 rekomendasi program dari aku berdasarkan pengalaman pribadi. Pertama, bisa pilih program Asia Youth International Model United Nations yaitu program simulasi sidang PBB. Kedua, program study tour *jelasnya baca tulisanku di #Day8. Terakhir, bisa ikut travel agent tujuan LN. Searching aja di instagram banyak kok. Kalo di awal, aku tuh milih program AYIMUN selama 3 harian stayed di Putrajaya. Kemudian aku extended ke Penang secara mandiri agar lebih menchallenge diri. Pastiin kamu tahu mau kemana dan akan bertemu siapa ya. Waktu itu, kebetulan aku punya teman masa kecil dar...

Day 26 #30DayWritingChallenge

How am I able to handle my stress? As a Muslim all I  have to do is pray, a minute, j ust take my time, t he clock is ticking, so pray. Itu pertama kali yang aku lakuin. Then, aku nyanyi sekuat-kuatnya. Even my voice is worse, IDK. Aku gemar sekali nyanyi sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keindahan suara. Setelah puas dan lelah bernyanyi aku akan tidur tanpa sadar dan stressku menghilang. Sesederhana itu memang. Tapi sebelum menemukan cara ini, tentu aku mencoba banyak hal. Maka, kalian pun harus begitu. Cobalah banyak hal yang masih terkesan positif yang bisa membantumu keluar dari nuansa stress. Sebenarnya, stress itu ada celahnya kok. Ada berbagai pintu menuju jalan keluar. Kita hanya perlu menemukannya. Jika aku bisa, begitu pun kamu. Lantas, ketika sudah keluar apakah penyebab dari stress akan langsung punah? Memang sih belum tentu, tapi setidaknya perasaan kita jadi jauh lebih baik di kala hendak bertindak menyelesaikannya.  Ini beberapa playtlist lagu yang sering kubawa ...

Day 25 #30DayWritingChallenge

So, do I have a K-Pop bias? Yes! Aku juga punya crush yang landed di dunia K-Pop. Berhubung aku introvert yang jarang keluar rumah, salah satu hiburanku di saat bosan adalah watching my favor K-Pop which is Jungkok (BTS Member). Aku memang tidak terlalu mengenal Jungkok secara pribadi, ya iyalah ga mungkin juga ya! Lebih tepatnya aku tidak type of fans yang mencari seluruh info tentang idolnya. Seperti kapan dia lahir, apa kesukaannya, masa lalunya dan lainnya. Di sini aku pure mengagumi karya-karya dan beragaman talentanya Jungkok.  Terserah deh mau dibilang bias atau bukan, intinya aku juga sesekali ngelihat idol Jungkok. Kenapa? Apa karena tampangnya yang ganteng? Terus, seolah aku berharap punya future husband seperti itu? Sorry to say pemikiran seperti ini kumohon tolong dicut. As I said, aku kagum dengan karya-karyanya dan beragam talentanya. Pertama, Jungkok ini member BTS yang paling muda tetapi paling bertalenta menurutku. Dia bisa hampir semua hal. Nyanyi bisa, melukis bi...